Menjadi salah satu kota pada Indonesia yang mempunyai perayaan lebaran paling meriah, Kota Pontianak tahun ini pula menggelar festival serupa menjelang sampai selesainya hari raya Idul Fitri yaitu Festival Meriam Karbit. Setiap tahunnya penyelenggaraan acara ini selalu berhasil menyedot ribuan pengunjung yg penasaran menggunakan menggelegarnya bunyi meriam yang terbuat menurut kayu ini.
Idul Fitri selalu berjalan meriah pada Pontianak, pada saat itu diselenggarakan sebuah festival yang paling dinantikan-tunggu masyarakat dan jua wisatawan. Inilah Festival Meriam Karbit yg menjadi rencana tahunan pemerintah kota Pontianak. Tahun ini peserta festival akan dibatasi supaya kwalitas program makin baik.
Cara mainnya, calon peserta akan mendaftar dalam Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kota Pontianak. Setelah itu meriam-meriam yg dimiliki masing-masing kelompok akan dipasang pada tepi sungai Kapuas. Ada dua kubu yang letaknya berseberangan pada festival ini & nantinya mereka akan saling bersaing membunyikan meriam paling keras.
Uniknya festival ini mempunyai cerita sejarah yg menarik. Konon membunyikan meriam karbit ini digunakan masyarakat sebagai upaya buat mengusir hantu kuntilanak yg seringkali muncul pada daerah Sungai Kapuas. Sejarah lain menyebutkan bahwa suara kerasnya meriam kayu ini jua digunakan menjadi penanda saat adzan.