apabila umumnya buat mengelilingi Waduk Gajah Mungkur engkau perlu menyewa perahu boat maka kali ini engkau cukup mengendarai motor saja. Pasalnya seiring menggunakan kering panjang yg melanda dan menurunnya debit air di sana, beberapa bagian waduk mengering. Tanah yang telah mengeras ini pun bisa dilalui traveler menggunakan kendaraan buat melihat suasana waduk yg kemarau. Bekas bangunan masyarakat yang tenggelam jua terlihat lho!
Baca Juga : Ini Dia Hotel Berbintang menggunakan Harga Backpacker pada Malang
Dalam sebulan terakhir debit air di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri mengalami penyusutan drastis. Bagian-bagian tertentu bahkan telah mengering total memberitahuakn permukaan tanah yg pecah-pecah akibat kekeringan. Beberapa bagian yang berada pada dekat genangan air berubah menjadi padang rumput yg banyak didatangi warga sekitar yg mencari rumput buat pakan ternak mereka.

Keadaan ini menghadirkan cerita tersendiri bagi traveler yang berkunjung. Traveler disuguhkan pemandangan langka berupa reruntuhan bekas bangunan & perumahan masyarakat yg ditinggal bedol desa pada tahun 70-an ketika waduk sedang dibangun. Seperti gambar-gambar pada bawah ini output jepretan berdasarkan keliru satu traveler yg mengantar Travelingyuk beberapa ketika lalu berkunjung ke Bukit Gantole pada Wonogiri.
Foto-foto tadi memberitahuakn beberapa reruntuhan bekas bangunan masyarakat yang sudah ditinggalkan karena pembangunan waduk pada tahun 70-an silam. Sebagian akbar telah hancur hanya menyisakan pondasi bangunannya saja sebagian lain masih utuh dan terlihat jelas bentuk berdasarkan bangunannya. Seperti foto di bawah ini, bentuk bangunannya masih terlihat kentara. Ini merupakan bekas sumur warga lengkap dengan kamar mandi di sebelahnya. Zaman dahulu rakyat menciptakan sumur & kamar mandi terpisah dari bangunan utama rumah.

Atau pada gambar lain berikut, nampak kentara bahwa reruntuhan bangunan ini merupakan bekas toilet. Terlihat kentara terdapat bekas toilet jongkok dan septicktank pada sampingnya. Kawasan lebih kurang reruntuhan bangunan ini terlihat tandus menggunakan tanah yg retak-retak. Bayangkan bila debit air waduk dalam kondisi normal daerah ini tergenang air sampai beberapa meter. Kondisi ini dimanfaatkan rakyat lebih kurang buat bernostalgia mengenang kehidupan yg pernah ada di sana.

Bagi engkau yang ingin menerima sisi lain wajah Waduk Gajah Mungkur kamu bisa mengunjunginya hari-hari ini. Abadikan pemandangan menakjubkan berupa bekas bangunan warga yang muncul balik dampak waduk yg mengering. Kata rakyat setempat pada sana jua mampu didapati bekas rel kereta, pemakaman dan reruntuhan lainnya. Tertarik guys?
Baca Juga : Gereja Kuno di Meksiko Ini Menyembul Dari Dasar Danau