-->

“Gerbang Neraka” Itu Letaknya di Ethiopia

Tempat-tempat seram biasanya dinamakan menggunakan kata-istilah menyeramkan. Tapi di Ethiopia nama seram nir disematkan pada tempat-loka berhantu melainkan pada sebuah kenyataan di gunung berapi. Gunung berapi aktif di negara ini ada yg dijuluki menjadi “Gerbang Neraka.” Kenapa mampu seseram ini?

Selama ini kita mengetahui Ethiopia sebagai negara miskin pada Afrika yg berisi jutaan penduduk yg kelaparan. Namun jauh pada pada wilayahnya juga tersimpan maha karya alam berupa gunung api yang mempunyai kaldera lava pijar yang hanya ada enam di dunia.

source]
Adalah gunung Erta Ale yang terletak di pedalaman negara tadi tepatnya terletak di Gurun Danakil adalah keliru satu gunung paling aktif di dunia. Nama Erta Ale sendiri pada bahasa setempat berarti “Gunung Berasap” yg merujuk dalam taraf aktivitas gunung yang tidak pernah reda. Bahkan kegiatan gunung dalam membentuk lava pijar bisa dicermati eksklusif dengan mata telanjang.

Jika Anda mendaki gunung ini menuju puncaknya maka akan terlihat kawah menganga dengan diameter lebar 30 meter berisi magma cair yg menyala-nyala. Di bagian selatan kawah nampak luang akbar loka munculnya magma berdasarkan perut bumi. Lubang inilah yang kemudian dianggap masyarakat setempat sebagai “Gerbang ke Neraka.”

Tak hanya itu saja, penamaan kaldera lava pijar ini jua tak kalah angker dengan lubang keluarnya magma, rakyat menamakan kawah gunung berapi itu dengan sebutan “Kerajaan Setan.” Pemilihan nama ini dari dalam penampakan kaldera menggunakan lava pijar yg menyala-nyala. Konon kawah Gunung Erta Ale adalah danau lava tertua di global.

Tak poly wisatawan yang mau tiba ke gunung ini. Selain syarat alamnya yg berbahaya ternyata daerah di lebih kurang gunung ini jua termasuk pada daerah rawan permasalahan yang berisi pemberontak Ethiopia. Hanya para peneliti & penggila fotografi bernyali akbar saja yang berani datang ke Erta Ale, keliru satunya merupakan tim berdasarkan BBC yg sempat melakukan syuting acara The Hottest Place On Earth tahun 2009.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter