Dibanding rakyat yang tinggal pada desa-desa lain pada global, masyarakat desa pada Laos ini mungkin memiliki kehidupan yg paling menegangkan. Bagaimana tidak, mereka tinggal bersama dengan serakan bom warisan perang Vietnam yg terjadi 40 tahun lalu. Kemiskinan menciptakan mereka mau tidak mau harus menjalani hayati menggunakan menggantungkan pendapatan dari residu-residu bom yang sanggup mereka jual atau digunakan untuk keperluan sehari-hari. Ngeri!
Lebih menurut empat dasa warsa silam, pasukan militer Amerika menggempur habis-habisan daerah Laos menjadi bagian menurut agresinya ke Vietnam. Meski perang tersebut dikenal menggunakan perang Vietnam, namun negara tetangga seperti Kamboja & Laos tak luput dari serangan. Pasalnya pasukan Vietnam yang dikenal menggunakan gerilyawan Vietcong ini memakai kedua wilayah tadi buat menyusupkan serdadu ke daerah Vietnam Selatan.
Warga yang tinggal di hampir semua desa-desa di Laos, masih harus menghadapi fenomena mengerikan lain berupa residu-residu bom yang gagal meledak. Untuk diketahui bahwa berdasarkan semua bom yang dijatuhkan, ada sekitar 30 % yang tidak meledak. Bom-bom tersebut berserakan pada mana-mana, ada yg masuk ke dalam sungai, rawa, hingga huma pertanian. Tentu poly pula yg masih berstatus aktif.
Bom-bom yg gagal meledak ini dikenal dengan kata UXO (unexploded ordnance). Diperkirakan butuh puluhan sampai ratusan tahun untuk membersihkan UXO menurut tanah Laos seluruhnya. Sedangkan keberadaannya membuat ekonomi warga desa mandek. Hal ini sanggup terjadi lantaran tidak ada yang berani memasak huma pertanian, jika pun huma tersebut dijual, jarang sekali yang mau dan berani membelinya.
Menariknya, nir seluruh bom tadi dijual, poly jua yang dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan sehari-hari, misalnya dibuat sebagai bahtera & perabot masak. Bahkan terdapat pula yg dibentuk buat penyangga tempat tinggal anjung dan pot buat menanam tanaman . Cobalah buat sekali-kali traveling ke desa-desa pada Laos, potongan bom merupakan pemandangan wajar yang akan kamu temukan disana.