Gereja Ayam mulai dikenal publik semenjak pertengahan tahun 2015 waktu media asing ramai-ramai memberitakan keberadaan rumah ibadah yg terbengkalai tersebut. Kini sesudah ramai dikunjungi, tidak lantas menciptakan bangunan yang sebenarnya berbentuk merpati ini sebagai terawat. Jejak destruksi terlihat di dinding-dinding bangunan dan renovasi yang dilakukan pun menghilangkan simbol keagamaan yg membuat ciri khasnya sedikit memudar.
Kisah Gereja Ayam ini tidak lepas menurut bepergian hidup seorang pengusaha menurut Bandar Lampung yang mempunyai usaha di Jakarta bernama Daniel Alamsjah. Di tahun 1989 ia mengaku menerima wahyu menurut Tuhan buat membentuk tempat tinggal ibadah. Saat jalan-jalan pada perbukitan pada kurang lebih Magelang beliau menemukan loka yg seperti menggunakan yang ada pada mimpinya. Akhirnya beliau memutuskan untuk menciptakan tempat tinggal ibadah disana.

Pembangunan rumah ibadah yang ia lakukan mendapatkan protes keras menurut masyarakat hingga akhirnya mangkrak sebelum rampung. Hal ini dipicu kekhawatiran rakyat akan terjadi kristenisasi besar -besaran disana. Meski Daniel berdalih bila yang dibangunnya merupakan tempat tinggal ibadah lintas kepercayaan namun melihat menurut backgroundnya yg merupakan seseorang Nasrani rakyat pun tidak mau merogoh resiko.

Setalah mangkrak puluhan tahun akhirnya keberadaan bangunan tadi tercium media asing mulai menurut Daily Mail hingga Mirror. Sejak saat itu banyak traveler yg penasaran & berkunjung ke sana. Apalagi tempatnya berada nir jauh menurut kawasan Bukit Punthuk Setumbu yang tengah hits menjadi spot sunrise berlatar belakang Candi Borobudur.
Akhir tahun lalu Travelingyuk pula sempat jalan-jalan ke Gereja Ayam ini. Secara generik bentuk fisik bangunan masih sama dengan foto yg tersebar ketika pertama kali diberitakan. Hanya saja saat itu terdapat aktivitas renovasi yg dilakukan mungkin dengan tujuan tempat tadi akan dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata. Sayangnya masih banyak coretan spidol menurut para pengunjung yang mengotori dinding bangunan.

Jejak vandalisme ini tidak hanya ditemukan di dinding bagian bawah bangunan. Pada bagian mahkota di ketua merpati (ayam) pula dipenuhi coretan serupa. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat view dari atas patung ketua ayam tadi sangat cantik namun terganggu dengan banyaknya coretan di dindingnya.
Saat di atas patung mahkota kepala ayam, travelingyuk pula sempat memperhatikan bagian atap bangunan. Pada awal kemunculannya terlihat jelas bila bagian atap bangunan terdapat sebuah simbol yang menyerupai salib kamu dapat melihatnya pada artikel ini. Tetapi pada saat itu simbol tersebut telah ditutup menggunakan kepingan seperti keramik.

Mungkin pihak pengelola mempertimbangkan agar bangunan terlihat lebih netral mengingat prospek kedepan Gereja Ayam ini akan dijadikan obyek wisata bukannya loka ibadah. Apabila mau melihat eksklusif paras Gereja Ayam terbaru engkau sanggup berkunjung pribadi ke desa Kembanglimus, kecamatan Borobudur dimana bangunan tadi berada.