Sebuah terobosan ekstrim dilakukan oleh galat satu hotel glamor pada Swiss pada rangka mengurangi pemborosan makanan yang disajikan restoran mereka yaitu dengan memasang foto anak-anak kelaparan di Afrika di meja prasmanan. Di harapkan dengan cara ini para tamu lebih berempati & lebih menghargai makanan menggunakan merogoh secukupnya & nir menyisakannya.
Kehidupan kontras antara si kaya dan si miskin sangat terlihat bila kita berada di sebuah hotel glamor. Di sana para tamu menggunakan mudahnya menjajakan uang buat segala keinginannya termasuk urusan makan. Tak sedikit menurut mereka yang memesan banyak sekali makanan yang diinginkan & membuangnya semudah mereka memesan. Hasilnya setiap tahun berton-ton makanan residu terbuang begitu saja sedangkan di belahan bumi lain seperti Afrika mengalami kelaparan.
Selembar kertas peringatan beserta foto anak-anak kelaparan pada Afrika diletakkan pada meja prasmanan buat mengingatkan para tamu. Kertas peringatan tersebut ditulis dalam bahasa Mandarin dan Inggris sebab berdasarkan manajer hotel kebanyakan tamu pada Hotel Monopol adalah berdasarkan Asia khususnya China. Peringatan tadi bertuliskan “Selamat pagi tamu yang terhormat. Untuk alasan etika & moral, pada Swiss kami tidak membuang kuliner. Silakan letakkan pada piring hanya apa yg Anda makan. Terimakasih atas pengertian Anda.”
Terobosan ekstrim ini dilakukan menyusul laporan menurut koran lokal yang memberitakan bahwa para tamu China di hotel tadi merogoh kuliner sampai berlebih & akhirnya nir habis dan menyisakan banyak makanan yang terbuang. Manajer hotel mengatakan bahwa beliau nir takut akan menyinggung wisatawan asing. Hal ini beliau lakukan sebagai awal untuk mengganti kebiasaan buruk tamu yg selama ini terjadi pada hotelnya.