Sebuah festival umumnya berisi menggunakan berbagai atraksi yg menghibur bisa berbentuk karnaval atau festival masakan yang berisi aneka jenis makanan enak. Namun festival yang ada di Kabupaten Sumba Barat ini menyajikan tontonan yang tidak sinkron. Peserta festival akan berperang menggunakan menunggangi kuda & melemparkan lembing kayu ke arah musuh sedangkan penonton berharap akan banyak kucuran darah dalam program tersebut.
Adalah Pasola sebuah festival tahunan yg diadakan buat menyambut masa tanam pada wilayah Sumba. Pasola sendiri berarti permainan ketangkasan menggunakan saling melempar lembing kayu menurut atas punggung kuda yg sedang dipacu kencang antara 2 kelompok yang saling berlawanan. Lembing ini berujung tumpul, meski demikian resiko cedera masih saja sangat mungkin terjadi bila terkena lemparan lembing.
Tidak seluruh orang sanggup mengikuti festival ini, sebab dibutuhkan keahlian menunggang kuda dan kemahiran melempar lembing. Satu lagi peserta Pasola wajib siap dan berani mengalami luka-luka atau hal yang lebih tidak baik lagi. Pada masa lalu festival ini bahkan sempat mengakibatkan korban jiwa. Anehnya pera penonton malah menanti cucuran darah para kesatria Pasola, mereka percaya bahwa makin poly darah yg tercucur ke tanah maka makin fertile tanah tersebut.
Sebaliknya apabila dalam festival Pasola ini berakhir tanpa adanya peserta yg terluka & berdarah maka penonton & seluruh pihak akan kecewa karena mereka yakin bahwa tahun itu pertanian mereka tidak akan berhasil lantaran mereka gagal memberikan persembahan berupa darah pada Dewa Bumi. Tidak terdapat batasan saat aplikasi Pasola. Festival Pasola baru akan dilarang oleh tetua adat sehabis para kesatria terlihat kelelahan.
Meski nampak ekstrim tetapi sesudah festival Pasola berakhir grup kesatria yang saling berlawanan tersebut pergi dengan nir meninggalkan rasa dendam. Mereka yang di pada arena menjadi lawan sehabis program selesai mereka balik sebagai kawan. Berani bergabung pada festival ini traveler?